Lombok Tengah, metroterkini.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maung NTB menggelar rapat koordinasi sekaligus silaturahmi tahunan yang berlangsung di Lesehan Pusaka Mandiri, Desa Tanak Awu, Lombok Tengah, pada Minggu (5/4/2026).
"Kegiatan ini berjalan lancar dan dihadiri oleh puluhan perwakilan anggota dari berbagai wilayah".
Ketua Umum LSM Maung NTB, Narapudin, A.Ma, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mempererat solidaritas serta menyamakan persepsi kerja organisasi.
"Ini adalah agenda tahunan kita. Dalam rapat ini kita membahas sistem kerja di lapangan, bagaimana kita saling memonitoring, mengawal, dan mengawasi kinerja pemerintah daerah," ujar Narapudin kepada awak media.
Acara tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai tingkatan wilayah, mulai dari desa hingga kecamatan se-Nusa Tenggara Barat.
Selain membahas mekanisme pengawasan, pertemuan ini juga menyoroti sejumlah isu strategis yang sedang terjadi di masyarakat.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah terkait efisiensi anggaran daerah serta fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi terjadi.
Menurut Narapudin, kondisi kelangkaan minyak sangat berpengaruh terhadap roda ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya menilai pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, harus segera mengambil langkah antisipatif.
"Kami melihat kelangkaan minyak ini sangat berpengaruh kepada masyarakat. Pemerintah daerah maupun pusat harus segera bertindak untuk mengantisipasi antrian panjang dan panic buying," tegasnya.
Lebih lanjut, Narapudin menegaskan bahwa langkah konkret yang akan didorong oleh LSM Maung NTB adalah memastikan stabilitas pasokan dan harga BBM tetap terjaga.
Hal ini dianggap krusial demi melindungi daya beli masyarakat, khususnya kalangan bawah dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kami akan mendesak agar pasokan dan harga minyak tetap stabil, terutama demi kepentingan masyarakat bawah dan UMKM," pungkasnya.
(***)

0 Komentar